Pembukaan HKAN 2021: Reaktivasi Wisata Alam Membantu Memulihkan Ekonomi Nasional

22 Nov, 2021

WhatsApp Image 2021-11-23 at 05.12.51.jpeg

Diawali dengan peragaan busana oleh model dengan menggunakan desain berbahan tenun Flores, get Sumba , Alor, Timor karya Erwin para tamu undangan memasuki panggung utama peringatan HKAN 2021. Sejalan dengan tema “Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara : Memupuk Kecintaan pada Alam dan Budaya Nusantara” terlihat jelas gambaran alam yang menyatu dengan budaya nusa tenggara timur. Tenun NTT memberikan contoh nyata, bahwa alam menyediakan berbagai sumber yang diperlukan untuk kehidupan manusia, termasuk menunjang budaya. salah satunya bahan pewarna yang banyak digunakan sebagai pewarna alami untuk bahan tenun masyarakat NTT berasal dari pepohonan dan perdu yang tumbuh subur di hutan dan kawasan konservasi yang ada Nusa Tenggara Timur.

WhatsApp Image 2021-11-23 at 05.12.51 (1).jpeg

Peringatan HKAN Tahun 2021 dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Wali kota Kupang, Ketua Dekranasdra sekaligus anggota komisi IV DPR, Ibu Wakil Gubernur, Ibu Sekretaris Daerah, jajaran Pemerintahan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Tenaga Ahli Menteri bidang Kepemudaan dan Pramuka, Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE beserta jajaran kepala balai besar/balai Taman Nasional dan KSDA seluruh, Jajaran Pengurus Dharma Wanita Kementerian LHK, Perwakilan Lembaga Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Lingkungan dan undangan lainnya 200 siswa SMK Kehutanan Makassar dan anggota Saka Wana Bhakti Nusa Tenggara Timur sebagai peserta Jambore Konservasi Alam Nasional. Turut hadir juga dalam acara pembukaan ini Bapak sekretaris Daerah Provinsi NTT, Wali kota Kupang, Ketua Dekranasdra sekaligus anggota komisi IV DPR, Ibu Wakil Gubernur, Ibu Sekretais Daerah, jajaran Pemerintahan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Tenaga Ahli Menteri bidang Kepemudaan dan Pramuka, Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE beserta jajaran Kepala Balai Besar/Balai Taman Nasional dan KSDA seluruh indonesia, Jajaran Pengurus Dharma Wanita Kementerian LHK, Perwakilan Lembaga Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Lingkungan dan undangan lainnya. Selain para tamu undangan yang hadir secara langsung, pembukaan peringatan HKAN ini juga diikuti 200 peserta Jambore Konservasi Alam Nasional yang berasal dari Siswa-siswi SMK Kehutanan Makasar dan Anggota Pramuka Sakawanabakti NTT dan lebih dari 800 orang undangan secara daring melalui aplikasi zoom meeting dan juga streaming di akun youtube Ditjen KSDAE, KLHK.

Direktur Jenderal KSDAE KLHK yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Suharyono, bersama-sama dengan Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Benediktus Polo Maing dan Anggota DPR Komisi IV RI, Juliana secara resmi membuka Puncak peringatan HKAN 2021 dengan membunyikan sirene bersama-sama dan menyematkan tanda peserta Jambore Konservasi Nasional kepada perwakilan peserta dari Saka Wana Bhakti (Irvan Indra Sabah dan Tasya Viviani Riwu) dan SMK Kehutanan Makassar Abdul Rahman. Selanjutnya juga Direktur Jenderal KSDAE KLHK yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE bersama-sama dengan Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Anggota Komisi IV DPR RI melakukan pengguntingan pita sebagai simbol pembukaan Pameran Konservasi Alam dan Festival TN/TWA 2021 sekaligus melakukan peninjauan stand-stand pameran.

Dalam sambutan Dirjen KSDAE yang dibacakan Sekretaris Ditjen KSDAE disampaikan bahwa, “Pengelolaan jasa lingkungan, contohnya wisata alam di kawasan konservasi, pada beberapa tempat telah terbukti memberikan multiplier effects yang cukup besar, baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Meskipun adanya penurunan PNBP bidang pariwisata alam akibat pandemi Covid-19 selama 2020, menjadi sebesar Rp. 53, 81 M atau turun 68,5% dari tahun 2019 atau sebesar Rp. 171,18 M. Namun demikian adanya reaktivasi obyek wisata alam di 106 TN/TWA, kegiatan pengusahaan periwisata alam berhasil menyerap sekitar 6.893 orang tenaga kerja dan sampai dengan Bulan Oktober 2021 jumlah telah menyetorkan PNBP sebesar Rp.35,53 M.”

Sementara itu, Benekditus Polo Maing, menyatakan bahwa selain terus membumikan sikap konservasionis dan peduli lingkungan di kalangan masyarakat umum, Peringatan HKAN 2021 juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian kota kupang khususnya dan juga provinsi NTT secara umum melalui multiplier effect yang dihasilkan dari aktivitas pengunjung yang datang untuk mengikuti peringatan HKAN 2021. Dengan tagline baru NTT the New Tourism Terytory, the next Bali, diharapkan NTT mampu menjadi daerah pariwisata premium dimana beberapa destinasi wisata merupakan kawasan konservasi.

Rangkaian puncak peringatan HKAN 2021 akan berlangsung selama 2 hari kedepan hingga 24 November 2021 dan akan diisi oleh beberapa kegiatan, yaitu Jambore konservasi, Pameran UMKM, Festival TN/TWA, talkshow dan bedah buku dan Puncak peringatan HKAN pada tanggal 24 November 2021. Acara pembukaan dan seluruh rangakaian kegiatan Puncak Peringatan HKAN 2021 ini selain bisa diikuti secara langsung dari pantai Lasiana TWA Teluk Kupang, NTT juga dapat disaksikan sevara live melalui sosial media.

Ikuti terus acara kita melalui daring dengan link berikut :

https://zoom.us/j/2447675852?pwd=UUlBQjUrUWd6Z2F5SFIxUmYydWEyZz09

Meeting ID: 244 767 5852 dan Passcode: HKAN2021 Salam Konservasi!Huha...Huha...

[Teks&Foto|Eka&Tri&Asad|©PJLKK|22102021]

Posted in Berita on Nov 22, 2021.




Berita Lainnya


Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem

Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi

Jl. Ir. H. Djuanda No.15 Bogor
Phone: (0251) 832 401 3, (0251) 8317 011 | Email: dit.pjlhk@gmail.com

Copyright 2020 © Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi. All Rights Reserved.